BAB I
PENDAHULUAN
Pembelajaran
merupakan usaha sadar dan disengaja oleh guru untuk membuat siswa belajar
secara aktif dalam mengembangkan kreativitas berfikirnya. Tujuan pokok
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran adalah membelajarkan siswa agar mampu memperoses
dan memproleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap bagi diri sendiri. Siswa
diharapkan termotivasi dan senang melakukan kegiatan belajar yang menarik dan
bermakna. Hal ini berarti model pembelajaran sangat penting dalam kaitannya
dengan keberhasilan belajar.
Model pembelajaran mengarah pada suatu pendekatan
pembelajaran tertentu termasuk tujuannya, lingkungan dan system pengelolaannya,
sehingga model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas dari pada
pendekatan, strategi, metod atau prosedur. Model pembelajaran adalah suatu
perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam pmerencanakan
pembelajaran dikelas ataupun pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, flm,
computer, kurikulum, dan lain-lain. Dengan demikian model pembelajaran adalah
pedoman yang digunakan dalam merencanakan pembelajarn dengan sistematis untuk
mencapai tujuan belajar yang akan dilaksanakan oleh guru.
Model pembelajaran picture and picture merupakan
salah satu model pembelajaran kooperatif.
Model pembelajaran picture
and picture ini dapat digunakan dalam berbagai mata pelajaran
dan tentunya dengan kemasan dan kreatifitas guru. Sejak di populerkan sekitar
tahun 2002, model pembelajaran ini mulai menyebar di kalangan guru di
Indonesia. Dengan menggunakan model pembelajaran tertentu maka pembelajaran
menjadi menyenangkan. Selama ini hanya guru sebagai actor di depan kelas, dan
seolah-olah guru-lah sebagai satu-satunya sumber belajar.
BAB II
PEMBAHASAN
MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE
A. Pengertian Model pembelajaran Picture and Picture
Bila kita membicarakan
pembelajaran, ada beberapa hal yang selalu disinggung, yaitu model, strategi,
metode, pendekatan dan teknik pembelajaran.
Pengertian untuk istilah-istilah itu sering dikacaukan. Apalagi terhadap tiga istilah, yaitu
pendekatan, metode, dan teknik biasanya terkacaukan (lihat Syafii 1994:15;
Badudu 1996:17). Istilah pendekatan sering dikacaukan dengan metode, misalnya
kita sering mendengar orang mengemukakan istilah pendekatan komunikatif
disamping istilah metode komunikatif. Sering pula pengertian metode dikacaukan
dengan teknik, misalnya kita sering mendengar orang menyebutkan istilah metode
diskusi disamping istilah teknik diskuasi.
Untuk itu sebelum memaparkan tentang Model Pembelajaran Picture
and Picture, maka akan
dibahas pengertian model,
strategi, metode, pendekatan, teknik dan taktik pembelajaran secara singkat.
- Model pembelajaran adalah seluruh rangkaian penyajian materi ajar yang meliputi segala aspek sebelum, sedang dan sesudah pembelajaran yang dilakukan guru serta segala fasilitas yang terkait yang digunakan secara langsung atau tidak langsung dalam proses belajar mengajar (Istarani, 2011:1)
- Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Atau strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa (Wina Sanjaya, 2008:126)
- Metode secara harfiah adalah cara atau prosedur yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu, kata mengajar sendiri berarti memberi pelajaran (Pupuh Faturrohaman, 2007;55). Metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, bisa terjadi satu strategi pembelajaran digunakan beberapa metode (Wina Sanjaya, 2008:126). Dengan kata lain metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi.
- Pendekatan adalah istilah lain yang memiliki kemiripan dengan strategi pembelajaran. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Oleh karena itu ada dua pendekatan dalam pembelajaran, yaitu pendekatan yang berpusat pada guru dan pendekatan yang berpusat pada siswa. Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan stategi pembelajaran langsung (direct instruction) pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. Sedangkan, pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inkuiri serta strategi pembelajaran induktif. (Wina Sanjaya, 2008;127)
- Teknik dan taktik mengajar merupakan penjabaran dari metode pengajaran. teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode. Untuk itu Rostiyah NK (2008;1) mengatakan teknik adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang digunakan oleh suatu instruktur. Sedangkan taktik adalah gaya seseorang dalam melaksanakan suatu teknik atau metode tertentu. Misalnya walaupun dua orang guru sama-sama menggunakan metode ceramah dalam situasi dan kondisi yang sama, sudah pasti mereka akan melakukannya secara berbeda-beda.
Model pembelajaran picture and picture merupakan sebuah
model dimana guru menggunakan alat bantu atau media gambar untuk menerangkan
sebuah materi atau memfasilitasi siswa untuk aktif belajar. Dengan menggunakan
alat bantu atau media gambar, diharapkan siswa mampu mengikuti pelajaran dengan
fokus yang baik dan dalam kondisi yang menyenangkan. Sehingga apapun pesan yang
disampaikan bisa diterima dengan baik dan mampu meresap dalam hati, serta dapat
diingat kembali oleh siswa. Picture and
Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan menjadi
urutan logis.(Hamdani,2010;89).
Sehingga siswa yang cepat mengurutkan gambar jawaban atau soal yang benar,
sebelum waktu yang ditentukan habis maka merekalah yang mendapat poin.
B. Prinsip Dasar Model pembelajaran Picture and Picture
Prinsip
dasar dalam model pembelajaran kooperatif picture and picture adalah sebagai
berikut:
- Setiap anggota kelompok (siswa) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya.
- Setiap anggota kelompok (siswa) harus mengetahui bahwa semua anggota kelompok mempunyai tujuan yang sama.
- Setiap anggota kelompok (siswa) harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama di antara anggota kelompoknya.
- Setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi.
- Setiap anggota kelompok (siswa) berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya.
- Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.
C.
Langkah –
langkah Model pembelajaran Picture and
Picture
Adapun langkah-langkah dari pelaksanaan Picture and
Picture ini menurut (Agus,2009;125) terdapat enam langkah yaitu:
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai.
Di
langkah ini guru diharapkan untuk menyampaikan apakah yang menjadi Kompetensi
Dasar mata pelajaran yang bersangkutan. Dengan demikian maka siswa dapat
mengukur sampai sejauh mana yang harus dikuasainya. Disamping itu guru juga
harus menyampaikan indikator-indikator ketercapaian KD, sehingga sampai dimana
KKM yang telah ditetapkan dapat dicapai oleh peserta didik.
- Memberikan materi pengantar sebelum kegiatan.
Penyajian
materi sebagai pengantar sesuatu yang sangat penting, dari sini guru memberikan
momentum permulaan pembelajaran. Kesuksesan dalam proses pembelajaran dapat
dimulai dari sini. Karena guru dapat memberikan motivasi yang menarik perhatian
siswa yang selama ini belum siap. Dengan motivasi dan teknik yang baik dalam
pemberian materi akan menarik minat siswa untuk belajar lebih jauh tentang
materi yang dipelajari.
- Guru menyediakan gambar-gambar yang akan digunakan (berkaitan dengan materi).
Dalam
proses penyajian materi, guru mengajar siswa ikut terlibat aktif dalam proses
pembelajaran dengan mengamati setiap gambar yang ditunjukan oleh guru atau oleh
temannya. Dengan Picture atau gambar kita akan menghemat energy kita dan siswa
akan lebih mudah memahami materi yang diajarkan. Dalam perkembangan selanjutnya
sebagai guru dapat memodifikasikan gambar atau mengganti gambar dengan video
atau demontrasi yang kegiatan tertentu.
- Guru menunjuk siswa secara bergilir untuk mengurutkan atau memasangkan gambar-gambar yang ada.
Di
langkah ini guru harus dapat melakukan inovasi, karena penunjukan secara langsung
kadang kurang efektif dan siswa merasa terhukum. Salah satu cara adalah dengan
undian, sehingga siswa merasa memang harus menjalankan tugas yang harus
diberikan. Gambar-gambar yang sudah ada diminta oleh siswa untuk diurutkan,
dibuat, atau di modifikasi.
- Guru memberikan pertanyaan mengenai alasan siswa dalam menentukan urutan gambar.
Setelah
itu ajaklah siswa menemukan rumus, tinggi, jalan cerita, atau tuntutan KD
dengan indicator yang akan dicapai. Ajaklah sebanyak-banyaknya peran siswa dan
teman yang lain untuk membantu sehingga proses diskusi dalam PBM semakin
menarik.
- Dari alasan tersebut guru akan mengembangkan materi dan menanamkan Konsep materi yang sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
Dalam
proses diskusi dan pembacaan gambar ini guru harus memberikan
penekanan-penekanan pada hal ini dicapai dengan meminta siswa lain untuk
mengulangi, menuliskan atau bentuk lain dengan tujuan siswa mengetahui bahwa
hal tersebut penting dalam pencapaian KD dan indikator yang telah ditetapkan.
Pastikan bahwa siswa telah menguasai indikator yang telah ditetapkan.
7.
Kesimpulan
atau Rangkuman.
Kesimpulan
dan rangkuman dilakukan bersama dengan siswa. Guru membantu dalam proses
pembuatan kesimpulan dan rangkuman. Apabila siswa belum mengerti hal – hal apa
saja yang harus diperhatikan dalam pengamatan gambar tersebut guru memberikan
penguatan kembali tentang gambar tersebut. Dalam pembuatan kesimpulan dan
rangkuman guru memberikan arahan perbaikan dimana saja letak kesalahan
penulisan drama, kemudian memberikan perbaikan.
Berdasarkan
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran picture and picture
pada dasarnya merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dapat menjawab
persoalan bagaimana belajar itu bermakna, menyenangkan, kreatif, dan sesuai
dengan realita yang ada serta lebih melibatkan siswa aktif belajar, baik secara
mental, intelektual, fisikl, maupun sosial.
Model
pembelajaran picture and picture yang merupakan media gambar. Gambar yang baik
digunakan dalam pembelajaran adalah gambar yang sesuai dengan tujuan
pembelajaran. Oleh karena itu, terdapat tiga syarat yang harus dipenuhi.
1)
Harus otentik
Gambar
tersebut haruslah secara jujur melukiskan situasi seperti melihat benda
sebenarnya.
2)
Sederhana
Komposisi
hendaknya cukup jelas dalam menunjukkkan poin-poin pokok yang terdapat pada
gambar.
3)
Sebagai media yang
baik, gambar hendaklah bagus dari sudut seni
D. Kelebihan Dan Kelemahan Model pembelajaran Picture and Picture
Dalam
setiap model pembelajaran tentu ada kelebihan dan kekurangannya, menurut
Istarani (2011:8) kelebihan dan kekurangan model pembelajaran picture and picture
adalah :
Kelebihan Model
Pembelajaran Picture And Picture:
- Materi yang diajarkan lebih terarah karena pada awal pembelajaran guru menjelaskan kompetensi yang harus dicapai dan materi secara singkat terlebih dahulu.
- Siswa lebih cepat menangkap materi ajar karena guru menunjukkan gambar-gambar mengenai materi yang dipelajari.
- Dapat meningkat daya nalar atau daya pikir siswa karena siswa disuruh guru untuk menganalisa gambar yang ada.
- Dapat meningkatkan tanggung jawab siswa, sebab guru menanyakan alasan siswa mengurutkan gambar.
- Pembelajaran lebih berkesan, sebab siswa dapat mengamati langsung gambar yang telah dipersiapkan oleh guru
Kelemahan Model
Pembelajaran Picture And Picture:
- Sulit menemukan gambar-gambar yang bagus dan berkulitas serta sesuai dengan materi pelajaran.
- Sulit menemukan gambar-gambar yang sesuai dengan daya nalar atau kompetensi siswa yang dimiliki.
- baik guru ataupun siswa kurang terbiasa dalam menggunakan gambar sebagai bahan utama dalam membahas suatu materi pelajaran.
- Tidak tersedianya dana khusus untuk menemukan atau mengadakan gambar-gambar yang diinginkan.
bisa saya dapatkan daftar pustakanya mbak??/
BalasHapusmaaf telat
HapusDrs. Hamdani, M.A. 2010. Strategi belajar mengajar. Bandung :Pustaka Setia
Badudu, J.S. 1996. Pintar Berbahasa Indonesia 1: Petunjuk Guru Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Jakarta: Balai Pustaka.
Fathurrahman, Pupuh. 2007. Strategi Pembelajaran. Bandung: Insan Media
Istarani, 2011. 58 Model Pembelajaran Inovatif (Referensi Guru Dalam Menentukan Model Pembelajaran). Medan : Media Persada.
Roestiyah NK. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Wina Sanjaya. 2008. Strategi Pembelajaran Beorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana
Agus Suprijono. 2009. Cooperative Learning Teori Dan Aplikasi Paikem. Yogyakarta :Pustaka Pelajar.
http://007indien.blogspot.com/2012/06/model-pembelajaran-picture-and-picture.html
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusMakasih ya mbak... silahkan juga kunjungi www.membersharexxi.blogspot.com
BalasHapusmbak, punya bukunya istarani?
BalasHapusga punya mba,.
Hapussaya juga nyari bukunya istarani. kalau soft coppy nya ada mbak? yang ebook gitu?
BalasHapusmodel picture and picture kan termasuk model kooperatif ( kelompok ), tapi kapan kelompok itu dibentuk mbak ?
BalasHapuslalu apakah materi yang akan diurutkan oleh setiap kelompok itu sama mbak ?
makasih banyak informasinya mba
BalasHapusManfaat Binahong
sama-sama mba
HapusSusah amat nyari bukunya Istarani y mbak...
BalasHapusmodel pembelajaran kooperatif tipe picture and picture ini sesuai dengan pendekatan apa yah??? tolong dijawab yahh...
BalasHapus